Kamu adalah apa yang aku tulis , tapi aku adalah yang selalu luput kamu baca

Toad Jumping Up and Down

Rabu, 16 Oktober 2013

Tutup buku


Aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak terlalu berharap banyak . Mungkin aku sudah lupa bagaimana rasanya berbincang akan banyak hal sehangat dulu . Aku tak pernah segelisah ini . Aku pikir sosokmu tidak akan pernah membuatku seresah ini dan bertengkar hebat diotakku .
Aku tidak terlalu suka dengan riuh keramaian . Aku lebih suka hening dalam senyap bersama diriku sendiri , bermain dengan kata dan bahasa .
Aku lebih suka duduk manis menunggu dalam diam . Meski kadang harus menahan hasrat ingin jumpa . Alasannya karna aku tidak bisa memilih apapun . Aku tidak peduli dia akan datang atau tidak . Aku juga tidak mempermasalahkan saat aku menunggunya dengan kesendirian . Meski sering dianggap pekerjaan bodoh , tapi apakah bisa dibilang bodoh ketika yang ditunggu adalah sesuatu yang aku sukai ? 

Aku menunggu seseorang datang . Tidak peduli dia masih mengingatku atau tidak . Tak peduli ia akan menghampiriku atau tidak . Tidak peduli dengan siapa dia datang . Aku sadar memang tidak ada perjanjian sebelumnya , tapi aku lebih baik menunggu . Didepan layar laptopku yang notabene benda mati saja kadang aku malu , ternyata aku memperjuangkan sedalam itu . Mungkin suatu saat nanti aku akan kelelahan dan berbalik membencinya . Sejujurnya aku ingin menyelamatkanmu .

Tapi sepasang kakiku memaksaku untuk berdiri , melangkah dan tak menoleh kebelakang . Dalam keadaan seperti ini aku tak tau apa alasan aku menunggu . Kala itu otakku masih mampu menyerap tajam siapa nama yang terus aku tunggu ?
Lalu apa gunanya nama ? " Untuk diucapkan dalam do'a ! " 

Pipiku basah . Sebenarnya aku lelah... Lelah karna keinginanku yang tak kunjung terwujud . Sudah kuduga , mungkin dia tidak menyukaiku . Namun , aku takut mengetahui kenyataan yang ada .
Kenapa harus aku ?

Kadang ketika terluka , aku butuh lebih dari sekedar membalikkan halaman untuk memulai lembaran baru . Tapi terkadang aku harus menutup buku .
Butuh lebih dari sekedar pergi untuk melupakannya . Dan aku tak tau apa itu .
Jadi biarlah aku pergi meninggalkan cerita ini , sakit memang perih . Tapi aku mengerti akan semuanya , dan kuselipkan do'a dtiap langkahmu . 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar