Bahwa puisi ialah tempat pelarian kegemaranku... Sebab disana , segala luka segala duka bisa kulilit pita merah muda...
Minggu, 06 Oktober 2013
Kepingan aksara
Ribuan hari tiada bersua , kenapa kamu membisu ?
Aku rindu manjamu , aku rindu tawawu
Rindu lesung pipi disetiap senyum mu
Aku membayangkan kamu datang dari balik daun jendela kamarku , sebagai kenangan yang ingin kembali diulang
Barang kali kamu adalah rahasia yang sulit ku mengerti dan yang tak pernah diceritakan Tuhan padaku
Baru saja aku mengulas kenangan , semuanya masih tampak sama dan yang jauh berbeda adalah keberadaan kita
Seperti inikah rasanya rindu ? Gelisah dengan tatapan yang sayu
Aku hanya ingin punya selimut hangat , lebih hangat dari mimpi
Mungkin ukurannya adalah lebar hatimu dikali panjang dekapku
Kamar ku , dindingnya terbuat dari airmata , jadi kalau kau menangis disini pun percuma
Keluarlah , kenapa kamu terus bersembunyi dibalik kantung mataku ?
Malam ini aku akan berbincang dengan Tuhan , mengadu tentang kesedihan dan menceritakan seseorang yang diam - diam ku do'akan
Terima kasih karna kamu tidak membaca kepingan aksaraku , karna aku juga tidak sedang menulis
Yang terpenting adalah jangan lupa memberi spasi sehingga kedekatan itu tidak akan melahirkan rindu - rindu basi
Entah berapa banyak puisi kehampaan yang terciptakan , aku bosan
Ingin rasanya menenggelamkan diri dalam lautan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar