Ketika
hidup memberiku seratus alasan untuk menangis Kau datang memberiku seribu
alasan untuk ku tersenyuma
Bukan hanya
ketika aku menangis lalu aku akan mengingat-Mu akan tetapi apapun ruang dan
waktunya Kau kan
selalu ada direlung hati dalam hidup dan matiku
Saat
harapan tak dapat lagi membuatku menjadi berarti Kau ganti semua dengan
kenyataan yang penuh arti
Ketika kaki
ini tak mampu lagi berjalan diatas kerikil tajam Engkau pun berikan ku sebuah
jalan indah nan lembut untuk ku tapaki
Disaat nadi
ini terhenti dan tak mau lagi kembali Kau bangunkan ku dengan sejuta mimpi
untukku ratapi
Kala darah
ini mengering dan enggan mengalir kembali kau siramku lewat kasih sayang agar
aku mengikutinya dengan dayung abadimu
Hingga
ketika kegelapan menyelimuti hatiku dan hatinya Kau datang membawa lentera
cintamu untuk Kau persembahkan kepada kami yang Kau cintai
Sebuah kata
ataupun seuntai kalimat yang kutulis bukan semata untuk membuat damai hati
tetapi akan ku renda dalam hati dan ku patri agar tak lepas dan akan selalu
rekat
Sebagai
bukti kutitipkan hatinya kepada-Mu karena aku tau hanya Engkau yang mampu
menjaga apa yang menjadi milikku
Aku tak mau
berpura-pura untuk tidak mencintai-Mu didepannya
Kala smua
orang menarik ulur dan melukai hatiku Kau lah yang mengobati rasa sakitku untuk
Kau jadikan sembuh dan kembali tersenyum untuk-Mu
Aku sadar
aku hanya manusia biasa yang mempunyai keterbatasan untuk merasa
Dan yang
aku ingikan hanya sebuah keluasan hati untuk menjalani hari-hariku tanpa
mengeluh dan melukai-Mu
Tanpa
menduakanmu dan berpaling darimu
Seribu rasa
dan sejuta kalimat aku persembahkan hanya untuk Engkau sang pemilik hati
Tangis dan
tawaku akan kuperlihatkan hanya untuk Engkau yang memilikiku
Tiada kata
yang mampu melukiskan indah dan berharganya Engkau selain dengan pengakuan hati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar