Kamu adalah apa yang aku tulis , tapi aku adalah yang selalu luput kamu baca

Toad Jumping Up and Down

Kamis, 10 Oktober 2013

Harmoni kaku

Hari ini aku bertanya kepada diriku sendiri

Pertanyaan sederhana namun tak sederhana untuk menjawabnya

Tentang sebuah balas budi dan janji - janji bakti

Mungkinkah dapat kupenuhi untuk semua harapanmu ?

Ibu...

Mungkin aku tidak tau hari dimana engkau dilahirkan

Aku juga tidak melihat seperti apa sosok kecilmu dulu

Tapi aku yakin , hari itu adalah hari yang indah

Dimana mentari membalutkan kehangatannya

Dan jagat seisinya melesungkan pipi karna kehadiranmu

Wanita mulia...

Ingin kusajakkan senyummu , sembari kupilih ribuan kata

Tetapi tak jua bisa kurangkai kalimat sempurna untukmu

Jika engkau berkenan ,

Baca saja rangkaian prosa diraut wajahku

Dan biarkan aku memingit puisi ini dihati

Aku mengenal kasihmu dengan sendiriku

Tanpa acuan dan referensi

Tapi karnamu aku jadi bisa mengenal rindu

Rindu yang kuyakini akan abadi hingga nafasku terhenti

Ibu...

Bolehkah aku merayumu , berbaring dipangkuanmu seraya mengadu hari - hari lelah ku

Mengadu tentang keras dunia yang tak berkesudahan

Ingin kupertanyakan mengapa diluar sana tak ku temukan keikhlasan ?

Bolehkah acap kali aku membasahi pangkuanmu dengan airmataku ?

Katakanlah...

Bahwa aku adalah tokoh dalam dongengmu

Putri yang kau puji karna nurani

Mengenai perahu yang tak kunjung menepi , pantaskah untuk dinanti ?

Ibu... Malin kundang telah menjadi batu

Akankah usai ceritamu ?

Lalu bagaimana dengan harapanku yang ingin membangun istana salju yang menyejukkan setiap manusia seperti yang ada dalam dongengmu ?

Aku tau , selamanya dimatamu aku adalah ranting kecil yang selalu kau khawatirkan akan rapuh dan patah

Aku memang lemah...

Tetapi sesungguhnya aku ingin melindungimu dari sedih nestapa

Usiamu kini tak lagi muda , tapi aku belum bisa apa - apa

Meski hanya sekedar untuk membelikanmu kasur kapuk

Bukankah seyogyanya kita mencintai kesahajaan dan membenci kemunafikan ?

Maka menagislah buu , jika tabiatku berbaju tebal keangkuhan








Tidak ada komentar:

Posting Komentar