Bahwa puisi ialah tempat pelarian kegemaranku... Sebab disana , segala luka segala duka bisa kulilit pita merah muda...
Minggu, 06 Oktober 2013
Aku bersama hari ini
Selamat siang ,
Hari ini aku kembali menatap layar laptop ku
Menemani jemariku menyusuri huruf - huruf lucu kesayangan ku
Bahkan aku tiadakan makan siangku
Meski lelah rasanya karna hari minggu ini sejak pagi hingga siang tiba aku berkutat dengan kesibukan ku sebagai mahasiswa semester dua disebuah sekolah tinggi
Hari ini juga nampaknya fisika tidak bersahabat dengan ku
Yaa... terlalu sulit untuk ku pahami
Belum lagi rasa lapar dan kantuk yang tak henti mengganggu ku
Walaupun sudah berbagai cara aku lakukan
Mulai dari menyela keseriusan ku dengan candaan khas teman - temanku
Hingga berpindah dari kursi satu ke kursi yang lain , dengan terus merubah posisi duduk ku mencari kenyamanan
Namun hasilnya tetap sama , jenuh dan materi kuliah pun tak mampu aku pahami
Barangkali sudah tradisinya begitu dan tidak terlalu aku fikirkan
Lagi - lagi aku mencari kesibukan yang lain sepanjang dosen mengajar
Ada saja ulahku...
Merapikan kerudung lah , memainkan dan mengetuk - ketukan pena diatas meja , membolak balikan halaman buku hingga mecorat - coret kertas - kertas kosong seraya cekikikan bersama sahabatku
Sementara nampaknya teman - teman ku yang lain sibuk dengan aktivitas konyolnya masing - masing
Beberapa orang sibuk mengutak atik ponselnya , dan beberapa yang lain sibuk dengan laptop sebagai media pemuas hoby mereka dengan game online
Bisa saja dengan seketika kami dikeluarkan dari kelas karna suasana yang sedikit gaduh
Untungnya pak dosen dengan begitu baiknya membimbing kami yang masih suka kekanak - kanakan
Lucu memang , tapi sama sekali tidak pantas untuk ditiru...
Sudah ku habiskan 4 buah permen ditambah 2 botol minuman dingin pelepas dahaga
Yaa... masih tetap nihil hasilnya
Tepat pukul 12 siang saat matahari sedang naik setinggi - tingginya jam kuliah usai
Akhirnya waktu yang dinanti - nanti pun tiba
Bahagia rasanya karna dalam sekejap rasa kantuk yang tertahan - tahan mulai sirna
Saatnya kembali kerumah...
Tapi nampaknya hari minggu ini ada agenda lain yang menanti
Mengunjungi salah satu teman yang sudah puluhan hari sakit dan belum kunjung sembuh
Tidak masalah jika harus pulang sedikit terlambat
Sampailah aku dan teman - teman ku disalah satu pusat perbelanjaan guna membeli bingkisan tangan untuk sahabat kami yang masih terbaring sakit
Akupun kembali mencari sekotak minuman dingin karna panas yang maha dasyatnya
Kemudian mulai mencari sebungkus roti dan sekaleng susu
Ditengah perjalanan membawa motor merah kesayangan ku masih harus melirik kanan kiri mencari kios penjual buah
Kali ini aku melaju dengan kecepatan rendah , karna memang lelah dan tidak mau mengambil resiko tinggi
Pear , melon dan apel merah telah ditangan
Waktunya kembali melanjutkan perjalanan
Tidak jauh tapi memang butuh waktu
Kami terhenti disebuah rumah dipedesaan , dirumah temanku tadi
Bukan main terkejutnya ketika kami melihat sahabat kami keluar dengan muka pucat dan badan kurus kering
Aku pribadi sempat menitihkan airmata karna sungguh tak tega untuk menyaksikan keadaan yang menurutku memilukan
Dia menderita sakit yang cukup akut hingga menggerogoti tubuhnya
Usut punya usut , dia yang tidak mungkin aku sebutkan namanya memendam rasa terhadapku
Bukan hal baru memang , aku sudah mengetahuinya dan dia pun sudah mengungkapkan perasaannya jauh sebelum dia terpuruk sakit
Tapi dengan bijak dan penuh kedewasaan aku berusaha mengungkapkan alasanku mengapa aku menolaknya
Hingga sekarang seperti ini keadaanya
Setelah beberapa waktu berbincang - bincang dengaan candaan yang sedikit menghibur , aku dengan teman - temanku beranjak untuk pamit pulang
Sepanjang perjalanan pulang menuju rumahku , rasanya sejuta fikiran meliuk - liuk diotakku
Pusing dan pening..
Mulai dari tugas - tugas yang menumpuk dan belum sempat aku selesaikan
Sampai mengatasi flu ku yang kian menjadi - jadi
Badan meriyang , hidungku mampet dan suaraku mendadak berubah jadi sangau
Tepat pukul 3 saat aku semakin asyik menulis rupanya cacing - cacing diperutku terus - menerus demo
Yaa... dan akhirnya aku menyudahi tulisan ku ini
Aku simpan dan mencoba mempublikasikan pada pembaca setia blog ku
Entah lah suka atau tidak suka inilah satu dari beberapa bukti kegemaranku dalam seni merangkai kata
Terima kasih ,
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar