Kamu adalah apa yang aku tulis , tapi aku adalah yang selalu luput kamu baca

Toad Jumping Up and Down

Senin, 28 Oktober 2013

Menjelaskan kesepian




Waktu merangkak dengan cepat , merangkak yang kita kira lambat ternyata bergerak seakan tanpa jerat . Semua telah berubah , begitu juga kamu , begitu juga aku , begitu juga kita . Bahkan waktu telah menghapus kita yang merasa tak berbeda , waktu telah memutarbalikkan segalanya yang sempat indah . Tak ada yang tahu , kapan perpisahan menjadi penyebab kegelisahan . Aku menjalani , kamu meyakini , namun pada akhirnya waktu juga yang akan menentukan akhir cerita ini . Kamu tak punya hak untuk menebak , begitu juga aku . 

Kamu bilang , tak ada yang terlalu berbeda . Tak ada yang terasa begitu menyakitkan . Tapi siapa yang tau perasaan seseorang yang terdalam? Mulut bisa berkata , tapi hati sulit untuk berdusta . Kalau boleh aku jujur , semua terasa asing dan berbeda . Ketika hari - hari yang kulewati seperti tebakan yang jawabannya sudah kuketahui . Tak ada lagi kejutan , tak banyak hal - hal penuh misterius yang membuatku penasaran . 

Aku seperti bisa meramalkan semuanya . Hari - hariku terasa hambar karna aku bisa membaca menit - menit didepan waktu yang sedang kujalani . Aku bisa dengan mudah mengerti peristiwa , tanpa punya secuil rasa untuk menyelami sebab dan akibatnya . Aku paham dengan detik yang mudah kuprediksi , semua terlalu mudah terbaca , tak ada yang menarik . Kepastian membuatku bungkam , sehingga aku kehilangan rasa untuk mencari dan terus mencari . Itulah sebabnya setelah tak ada lagi kamu disini . Kosong .

Bagaimana aku bisa menjelaskan banyak hal yang mungkin saja tidak kamu rasakan? Aku berada dilorong - lorong gelap dan menunggu rengkuhan jemarimu mempertemukan aku pada cahaya terang . Namun , bahkan tanganmu saja enggan menyentuh tiap celah dalam jemariku , dan penyelamatan yang kurindukan hanyalah omong kosong yang memekakan telinga . Harapanku terlalu jauh untuk mengubah semuanya seperti dulu , saat waktu yang kita jalani adalah kebahagiaan kita seutuhnya , saat masih ada kamu dalam barisan hariku . 

Perpisahan seperti mendorongku pada realita yang selama ini kutakutkan . Kehilangan menyatukan aku pada airmata yang sering kali jatuh tanpa sebab . Aku sulit memahami kenyataan bahwa kamu tak lagi ada dalam semestaku . Aku semakin tak bisa menerima keadaan yang semakin menyudutkanku . Semua kenangan bergantian melewati otakku , bagai film yang tak pernah mau berhenti tayang . Dan aku baru sadar , ternyata kita dulu begitu manis , begitu mengagumkan , begitu sulit untuk dilupakan . 

Ada yang kurang , ada yang tak lengkap . Aku terbiasa pada kehadiranmu , dan ketika menjalani setiap detik tanpamu yang kurasa hanya bayang - bayang yang saling berkejaran , saling menebar rasa takut . Ada rasa takut tanpa sebab yang memaksa aku untuk terus memikirkan kamu . Ada kekuatan yang sulit ku jelaskan yang membawa fikiranku yang selalu mengkhawatirkanmu . Salahkan jika aku masih inginkan penyatuan? Salahkan jika aku benci perpisahan?

Tak banyak yang ingin kujelaskan , saat kesepian menghadangku setiap malam . Biasanya malam - malam begini ada suaramu . Mengantarku sampai gerbang mimpi dan membiarkanku sendiri melewati setiap rahasia hati . Kali ini , aku sendiri , memikirkan kamu tanpa henti . Jika kita masih saling menghakimi dan saling menyalahi , apakah mungkin yang telah putus akan tersambung dengan pasti? Aku tak tau dan tak mau memikirkan keadaan yan tak kembali . Semua sudah jelas , namun entah mengapa aku masih sulit memahami kenapa harus kita yang alami ini? Tak adakah yang lain? Aku dan kamu bukan orang jahat , namun mengapa terus saja kita disakiti? Bukankah diluar sana masih banyak orang jahat? Jangan tanyakan padaku , jika senyumku tak lagi sama seperti dulu . Jangan salahkan aku , jika pelangi dalam duniaku hanya tersedia warna hitam dan putih . Setelah kamu tinggalkan firdaus milik kita semuanya jadi berbeda . Aku bahkan tak mengenal diriku sendiri . Karna separuh yang ada dalam diriku sudah berada dalammu...yang pergi dan entah kapan kembali .

Aku merindukanmu , juga kita yang dulu...







__Dwitasari " Menjelaskan kesepian "__

Tidak ada komentar:

Posting Komentar