Menikmati detik demi detik bersamamu , sederhana bukan caraku menghargai waktu ?
Setiap hari sepertinya musim rindu , sunyi dalam bising kata - kata
Dimanapun kamu berpijak , rinduku akan terus menyapa
Sebab kita masih tinggal dibawah langit yang sama
Ku gantungkan rindu dalam untaian do'a penuh harap
Semoga Tuhan tidak mengusaikan usiaku disaat rinduku belum benar - benar habis untuk ku nikmati
Sudah boleh ku pinjam pundakmu ?
Sebab kini ada rindu yang tak mampu lagi ku tahan dimataku
Saat jarak semakin memperkeruh keadaan
Bila memang kisahnya sudah selesai , mengapa rindunya belum usai ?
Lagi - lagi tentang rindu , dan penyebabnya adalah kamu
Sebenarnya aku pun jenuh atas rindu yang tak pernah kamu tau
Selarut ini mataku belum juga mau terpejam , entah sebab apa
Alunan rindu terdengar jelas ditelingaku , membisikkan namamu dan terus mendengungkan potongan - potongan candamu yang pernah aku dengar
Bukan sekali tapi sering , ketika rinduku tak tau malu kamu datang menemani malamku , meski hanya lewat mimpi tapi itu bukan ilusi
Dan wajahmu adalah bagian dari puisiku yang dapat ku mengerti dengan merawat kerinduan disetiap malamnya
Jika merindukan ku tak pernah lagi kamu rasakan , tak apa sayang...
Nanti jika aku tak bisa lagi bersama mu , mungkin kamu akan tau apa itu rindu
Yaa.. mungkin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar