Bahwa puisi ialah tempat pelarian kegemaranku... Sebab disana , segala luka segala duka bisa kulilit pita merah muda...
Selasa, 22 Oktober 2013
Cerita belantara
Narasi berlanjut lagi , lihat dan bacalah...
Suratmu sedang kupandangi , seperti biasa , tak pernah selesai kubaca , terlalu buram oleh genangan airmata
Bukan hatimu lagi yang aku minta , cukup kamu tersenyum saja sudah menjadi sedekah untuk rindu yang lapar
Rinduku tak pernah sampai kepadamu , dihatiku engkau hidup dan ada , dihatimu aku hidup lalu tiada
Namamu yang selalu kukhuyukkan disepanjang do'a , bukan untuk kebersamaan , tapi untuk kebahagiaan kamu dan aku meski tak bersama
Jika kamu bertanya apakah tegar itu ? ialah gerimis yang luruh dipipiku , titik - titik air yang tumpah dari lukaku
Aku tak pernah tau , kebahagiaan mana yang ingin kamu temui . Maka pergilah pada cintamu , meski bukan aku
Biarkan aku menguntai kisah ini menjadi frasa , yang merangkai klausa dan membentuk hiperbola hingga menjadi cerita belantara
Berkali kucoba merangkak dalam damai , hadir bayangmu tetap syahdu membawa rindu
Airmataku jatuh tanpa suara , bercucuran kala berdo'a , berpasrah pada - Nya , menitip luka lara
Dibalik bilik rindu , kuukir namamu , agar kelak kamu tau aku perindu sosokmu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar