Ada suara lembut yang memecah keheningan
Lirih tersebut suaramu yang kudengar lewat ujung ponsel
Seperti sebuah cermin , begitu bening hingga menembus palung hati terdalam
Ada untaian nada - nada yang indah yang membangunkanku untuk mendengar apa yang akan disuarakan
Baru kali ini ada yang mengusikku dengan sapaan kecil
Dia melantuntakan sebuah syair yang menghangatkan pagi ini
Kemudian aku kuatkan jari - jariku untuk menulis kisah - kisahnya
Aku seperti hanyut terbawa , melebur bersama aliran darahku
Memecah belenggu fatamorgana lalu mengajakku menyusuri pagi yang beku
Mudah diterima namun sukar untuk diterjemahkan
Tentu saja kini aku harus merangkak dan meraba mencari tau makna sebenarnya
Seringkali aku merasa tak sabar , menunggu datangnya sang fajar yang tak kunjung menyingsing
Entah apa yang harus aku lakukan agar aku dapat lepas dari pesonanya
Ingin rasanya bersembunyi , menghindari gejolak didalam hati
Pelan namun pasti dan entah mengapa suara itu seakan mulai hilang
Seiring keringnya embun didedauan...
Dan sejalan dengan waktu yang tak pernah luput akan putarannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar