Tuhan , aku sudah paham jika perpisahan ini adalah jalan yang terbaik dariMu . Yang terbaik untuku dan juga untuk dia . Dia , seseorang yang selalu ku sebut namanya dengan fasih disetiap do'a ku . Dimalam yang panjang saat aku bentangkan sajadah kemudian duduk diatasnya , tepat diwaktu antara malam dan menjelang pagi .
Meski harus ku relakan airmataku jatuh setiap menceritakannya , tapi aku bahagia . Setidaknya dalam keadaan sesakit ini pun aku masih bisa menyebut namanya tanpa harus ada rasa benci .
Mungkin aku bak orang yang kehilangan akal , bercakap dan menangis sendiri sementara yang lain lelap dalam mimpinya . Tuhan , aku tidak tau mengapa hingga detik ini masih dia yang selalu menjadi topik utama tulisanku . Sama sekali tidak membosankan dan selalu ingin ku perbincangkan lama dengan Mu . Mereka tau siapa yang sedang aku bicarakan , tetapi aku yakin hanya aku dan Engkau yang tau apa yang sedang aku ungkap . Cukup aman bukan ? Bukannya aku tidak percaya pada orang lain , tapi ketika aku ingin menghindari hujatan yang bisa kapan saja menjatuhkanku itu wajar kan ?
Aku tidak tau apakah dia sudah menemukan penggantiku , entah lebih baik dari aku ataupun lebih buruk dari aku . Sekali lagi aku tidak patut untuk menanyakannya . Kalau pun aku telah terganti , bukan berarti aku berhenti menyebut namanya dalam do'aku kan ? Karna dia juga pernah menjadi bagian dari hidupku , mengisi hariku walau akhirnya harus seperti ini . Jika memang kini dia sedang berada dalam titik jatuh cinta , terlepas dari apapun aku juga harus ikut bahagia seandainya itu yang terjadi . Bukan berarti dengan begitu rasaku telah pudar , tidak . Justru semakin utuh dan terbungkus rapi . Aku hanya tidak ingin dia seperti aku , menahan luka didada yang tak kunjung kering . Aku tidak ingin dia merasa sendiri ataupun kehilangan . Aku hanya ingin Engkau menjamin bahwa dia akan bahagia , dengan ataupun tanpa aku .
Tentu saja jika itu kenyataannya aku akan menangis , sebabnya adalah kamu berhasil menggoyahkan pertahananku . Aku tidak ingin terlalu mencampuri urusannya . Aku yakin dia pasti bahagia .
Mungkin akan tiba saatnya dimana aku tidak akan dibutuhkan lagi dalam segala hal , kemudian terlupa untuk selamanya . Aku tak pernah tau apa yang sebenarnya ada dihatinya . Aku cuma bisa menerka - nerka dalam kiraan ku , itu saja .
Pintaku masih sama dengan hari - hari sebelum hari ini , jagalah kebahagiaanya untukku . Bahagiakan dia demi aku . Bahkan jika Engkau minta aku untuk menangis pasti akan aku lekukan , asal setelahnya ada senyum dari bibirnya . Karna itu yang aku harapkan .
Dia pasti telah menemukan dunia barunya dengan segala yang menyenangkan . Sekali lagi aku endapkan sakitku sedalam ku mampu agar tak pernah meletup ke permukaan dan menjadikannya luka baru . Aku mohon pilihkan dia seseorang yang sosoknya tidak semenyebalkan aku . Tidak sebodoh aku . Dan tidak seseram aku . Aku harap siapapun dia nantinya semoga bisa menjadi terang dalam gelapnya . Menjadi pelipur sedihnya , sebab aku tak ingin dia merasakan seperti yang aku rasakan .
Tuhan , aku percaya pasti Engkau selalu mendengar do'aku walau dalam lirih sekalipun . Aku yakin Engkau akan tetap setia bersamaku , menemaniku dan selalu menunggu aduan baruku .
Tuhan , terimakasih untuk setiap ketenganan yang selalu Engkau berikan saat aku sedang mengadu hingga ku selesaikan kata - kata ku runtut dari awal sampai akhir .
Mungkin aku tidak pandai menjaganyanya , tapi cukupkan jika aku sedikit cerdas dalam memilih kalimat sebaik mungkin ketika sedang bermunajat dalam do'a ?
Dan aku juga yakin Engkau selalu bisa menyatukan kepingan - kepingan hati yang telah patah , termasuk aku .
Tuhan , aku percaya pasti Engkau selalu mendengar do'aku walau dalam lirih sekalipun . Aku yakin Engkau akan tetap setia bersamaku , menemaniku dan selalu menunggu aduan baruku .
Tuhan , terimakasih untuk setiap ketenganan yang selalu Engkau berikan saat aku sedang mengadu hingga ku selesaikan kata - kata ku runtut dari awal sampai akhir .
Mungkin aku tidak pandai menjaganyanya , tapi cukupkan jika aku sedikit cerdas dalam memilih kalimat sebaik mungkin ketika sedang bermunajat dalam do'a ?
Dan aku juga yakin Engkau selalu bisa menyatukan kepingan - kepingan hati yang telah patah , termasuk aku .
Untuk kesekian kalinya aku hanya ingin dia bahagia . Cukup !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar