Kamu adalah apa yang aku tulis , tapi aku adalah yang selalu luput kamu baca

Toad Jumping Up and Down

Jumat, 11 Oktober 2013

Bilik Kosong


Acap kali aku jadi takut kehilanganmu , padahal jelas - jelas kamu bukan milikku lagi . Bukankah aku juga telah terbiasa tanpa keberadaanmu disampingku ? Tapi mengapa selalu ada alasan yang tak jua aku mengerti . Sebegini sulitkah tatkala harus berada jauh darimu ?

Aku tidak bisa apa - apa selain mengingat kembali percakapan kita diujung telepon . Meski tidak ada yang istimewa tetapi itu berhasil membuat bilik kosongku terisi . Bodoh rasanya jika aku mencintaimu yang belum tentu mencintaiku . Tapi tidak salah kan jika aku mengisitimewakan sosokmu dalam maya juga nyata ?
Sesekali aku terlalu sibuk memperhatikanmu , bahkan hingga kamu hadir dalam mimpiku untuk kesekian kalinya . Apakah kamu juga begitu ? Setidaknya apa pernah ? Apa pernah sosokku kamu hadirkan dalam mimpimu ? Benar - benar keajaiban jika yang terjadi seperti mauku .

Sayang... Disini aku menunggu . Walaupun aku juga sadar bahwa kepergianmu bukan berarti kamu kembali . Mungkin jika kamu kembali itu bukan padaku . Entahlah...

Aku tidak bisa bicara terlalu banyak . Aku tidak ingin melukaimu . Sepertinya jarak semakin jauh memisahkan kita sampai - sampai aku sendiri kini luput dari pandanganmu .
Yang ada sekarang hanyalah layar yang setia menampilkan sekelumit ragamu dalam kebisuan . Yaa... lagi - lagi hanya lewat kata .
Tapi sudah cukup bagiku . Coba fikir mungkin cuma aku yang ada didepanmu saat kamu jatuh dan terpuruk . Coba fikir sampai kamu menyadarinya .

Sulit ku bahasakan bagaimana rasanya kesepian . Aku fikir waktu berjalan dengan merangkak , tetapi tidak . Ia justru lari dan berusaha menghapus kenangan kita yang dulu pernah satu rasa . Kadang aku muak dengan diriku sendiri . Kenapa selalu banyak pertanyaan untuk jawaban yang sudah aku ketahui .Yang membuat aku bungkam adalah kepastian . Semuanya tidak mampu ku prediksi dan sulit untuk terbaca . Itu sebabnya setelah tak ada lagi kamu disini bilikku menjadi kosong .

Harapanku terlalu jauh untuk mengubah semuanya seperti dulu . Bagaimana caranya menjelaskan banyak hal dengan gamblang jika kamu sendiri tidak merasakan ? 

Kehilangan membuatku lebih akrab dengan airmata . Padahal dulu kita begitu manis dan sulit dilupakan . Selalu ada rengkuhan jemarimu ketika ku bilang rindu sedang menggelayutiku . Ya , karna dulu kamu adalah penyelamat kerinduanku serta sebab mengapa aku rindu .

Akirnya perpisahan kala itu membuatku takut bahkan hingga detik sekarang .
Ada yang kurang ketika aku menjalani setiap detik tanpamu . Biasanya pagi - pagi ada suaramu . Suara yang menyambut pagiku .

Mengapa harus kita yang alami ini ? Aku tidak ingin memikirkan hal yang tak kembali . Semuanya sudah jelas. Bukankah aku dan kamu adalah orang baik ? Tapi kenapa terus disakiti ?

Aku benci perpisahan !

Beritahu aku , jangan terus mengurungku dalam sangka penuh curiga . Kamu tau bahwa semua kata selama ini adalah tertuju untukmu . Kamu yang sedang aku tulis sekarang adalah orang yang aku sayang . Adalah orang yang sudah tahunan aku kenal . Tapi yang aku lihat kita berada dalam sisi jalan yang berlainan .



Tidak ada komentar:

Posting Komentar