Kamu adalah apa yang aku tulis , tapi aku adalah yang selalu luput kamu baca

Toad Jumping Up and Down

Selasa, 08 Oktober 2013

Perpisahan


Mungkin setelah aku tiada kamu akan mengerti , betapa sulitnya menahan setiap tetes airmata


Jika aku bukan pilihanmu pada akhirnya , mungkin keras kepalaku memperjuangkanmu akan kamu ingat selamanya


Sebelum kamu melambaikan tangan telah aku siapkan sepasang lengan untuk sejenak memeluk kehilangan


Telah ku siapkan bahu , lekas sandarkan sedihmu , biarlah aku merawatnya hingga habis putaran waktu


Puisi dan kesepian seperti malam dan kebekuan , diantaranya kita berjalan saling meninggalkan 


Aku menghiasi puisi sedemikian rupa , tetapi lukanya terlalu dalam untuk ku sembunyikan kata - kata


Maaf sayang , jika puisi ini menyakitimu...


Mungkin benar katamu , aku tak mempunyai cinta...


Perjanjian yang tak kutandatangani adalah perpisahan ini , karena jarak dan waktu yang menengahi aku dan hatimu


Dipelupuk mimpi kerap ku temui isak menyiksa diri , tentang kau yang berlalu pergi melepas genggaman jemari


Aku melambaikan tangan , tersenyum menikmati perpisahan


Tak pernah ku rekayasa rasa yang ada dihati , dan aku tetap disini sampai kau tak merindui lagi


Disajak yang pernah aku tulis , aku kembali mencari masa lalu tapi tak kutemukan apa - apa selain rindu


Ketika perpisahan menjadi jawaban , aku berhenti mempertanyakan tentang mu juga cinta itu


Meski sama - sama terdiam , belum tentu sama yang kita rasakan


Hargai ! Bahwa waktuku tak akan berbalik


Bawa aku kejinggamu senja , sejenak ingin ku sendiri , menikmati sepi yang menyelimuti hati


Barangkali disana dapat kutemui bayangku disendu matamu


Tinta kita belum habis , pena kita belum keropos , belum saatnya berhenti menulis , masih amat luas kertas yang polos




- Lembar Puisi -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar