Bahwa puisi ialah tempat pelarian kegemaranku... Sebab disana , segala luka segala duka bisa kulilit pita merah muda...
Minggu, 27 Oktober 2013
Rindu beku
Aku hanya selembar puisi usang yang luput kamu baca
Hanya bermaterikan rindu lantas semua mampu tercipta
Aku hanya punya kesempatan untuk berfikir , meruntutkan huruf hingga bermakna
Aku hanya punya kenangan yang mengajarkanku untuk tunduk pada ingatan
Dulu , aku sempat merasakan sejuk bersamamu
Berenang dilautan rasa yang tenang
Kutemui pagi paling tenang , disini rinduku tetap bising dan disana rindumu ( mungkin ) masuk kepintu lain
Sunyi ini bersahaja...
Aku yang memilih datang kesini demi mengenangmu dalam ribuan puisi
Bahwa puisi adalah tempat pelarian kegemaranku , sebab disana segala luka segala duka bisa kulilit pita merah muda
Dandelion , aku ingin sepertimu , terbang dengan sayap yang patah , namun tegar , kuat dan ikhlas
Tentang jodoh , takdir yang menulis . Tapi mencintaimu , segala hari ialah kebahagiaan yang teramat manis
Impian itu baru kurajut dan terangkat , tapi anak panah tega menusuknya
Aku ; perempuan denial yang lelah berjalan , sedangkan kamu ; tanda seru yang dikirmkan oleh Tuhan
Aku adalah daun yang gugur dari rantingmu , sejauh - jauhnya jatuh tidak jauh menjatuhi hatimu
Yang kupunya kini adalah serpihan hati , karena tepinya sering kamu kikis dengan rindu ini
Gerogoti saja sampai habis aku janji takkan menangis , aku nikmati saja sisa - sisa manis
Kelak , yang menjadi alasan kepergianku adalah sebuah sayap yang tak pernah kamu kepak
Aku diam bukan tak peduli , aku hanya memberi spasi , agar kamu mengerti rindu itu apa
Terkadang aku hujan , terkadang saputangan . Apapun aku , semoga untukmu aku tetaplah sesuatu yang menenangkan
Haruskah aku berhenti ? Tentang rindu yang hanya terpias anggun dalam lembaranku , tidak pada lembaranmu...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar