Pagi menggugah mimpiku dan menyentuh cemburu yang ada di
hatiku
Mentari tak pernah menyalahkan ketika kita bersua dalam
cerubung pelukan
Tertulis bahagia disela dedaunan yang berembun , itu adalah
kita
Lihatlah pagi kali ini , menyampaikan pesan dariku tentang
pilu yang menimpaku
Tidak perlu lagi kubaca arah angin meskipun ingin
Karena semua tentangmu mampu menyelinap dari segala penjuru
Tidak ada yang kebetulan...
Bahkan ketidaksengajaan betul – betul sesuatu yang
dibetulkan Tuhan
Kamu berbicara seolah hari akan segera pergi dan orang –
orang akan semakin tekun mendengarkan pembicaraan kita
Pada sebuah malam yang tak usah aku sebut harinya ,
seseorang sibuk mendengarkan percakapan kita dari kejauhan
Seperti balon yang meledak diudara , aku pecah ditembaki
huruf – huruf mu
Terjaga demi sepotong tanya untuk hati yang tak jua menemui abjad
jawabannya
Pada malam – malam tanpa nama , aku bercakap dengan Tuhan
sambil menitipkan sebuah do’a
Tenang saja , selalu ada namamu disana...
Aku menyaksikan tawa diatas pedih , dan semua ada balasannya
Beberapa orang mencintai yang menyakiti mereka , beberapa
lainnya menyakiti yang mencintai mereka
Malam memberi aku mimpi , mimpi tentang hasrat hati , hati
yang merindui hadirmu , hadirmu didalam hati
Disudut pantai aku berteriak , tak mampu menembus ombak yang
beriak
Sempurna hanyalah kata yang mengikat janji dijari manis
Bila akhirnya aku hanya sekedar makam ingatan masa lalumu ,
Lantas mengapa kau bangkitkan aku dalam alam kenangan ?
Barangkali namamu telah hanyut disungai mimpi , aku akan
menyelamatkannya
Tetapi aku tidak tau kemana arus membawa...
Tolong kabari aku kalau kamu sudah pulang...
Ada yang merindui disini , aku...
Dari banyaknya kekuranganku , memilikimu begitu mudahnya aku
melengkapi itu
Sebab , cinta itu kelebihan yang Tuhan berikan
Aku ingin membaginya untuk saling menutup kekurangan
Akan jadi apa aku dalam sajakmu ?
Mengenangmu dalam ingatan yang pendek walau sebentar tapi
sulit dilupakan
Dengan mencintaimu , aku rasa akan ada banyak cerita yang
terlahir dari penaku
Rindu untukmu satu , sisanya aku...
Semendung apapun cuaca , langit tak pernah terluka
Seperti aku yang mencintaimu dengan setia
Bagiku kamu adalah tulisan tanpa titik
Berawal tapi tak pernah berakhir...
Aku adalah sepi yang tak bermuara
Perjalanan yang bahagia hanyalah angan yang sulit untuk ku
ungkap nyata
Aku adalah airmata yang menganak sungai
Kamu adalah lautan sebagai muaranya
Sederhana...
Cukup aku , kamu...
Sudah itu saja !
Kata – kata dikutip dari @LembarPuisi , hasil postingan para
tweeps yang saya rangkai menjadi seuntai puisi manis
Semoga semakin kreatif dan menginspirasi
Salam_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar