Kamu adalah apa yang aku tulis , tapi aku adalah yang selalu luput kamu baca

Toad Jumping Up and Down

Jumat, 04 Oktober 2013

Lembar puisi



Pagi menggugah mimpiku dan menyentuh cemburu yang ada di hatiku

Mentari tak pernah menyalahkan ketika kita bersua dalam cerubung pelukan

Tertulis bahagia disela dedaunan yang berembun , itu adalah kita

Lihatlah pagi kali ini , menyampaikan pesan dariku tentang pilu yang menimpaku

Tidak perlu lagi kubaca arah angin meskipun ingin

Karena semua tentangmu mampu menyelinap dari segala penjuru

Tidak ada yang kebetulan...

Bahkan ketidaksengajaan betul – betul sesuatu yang dibetulkan Tuhan

Kamu berbicara seolah hari akan segera pergi dan orang – orang akan semakin tekun mendengarkan pembicaraan kita

Pada sebuah malam yang tak usah aku sebut harinya , seseorang sibuk mendengarkan percakapan kita dari kejauhan

Seperti balon yang meledak diudara , aku pecah ditembaki huruf – huruf mu

Terjaga demi sepotong tanya untuk hati yang tak jua menemui abjad jawabannya

Pada malam – malam tanpa nama , aku bercakap dengan Tuhan sambil menitipkan sebuah do’a

Tenang saja , selalu ada namamu disana...

Aku menyaksikan tawa diatas pedih , dan semua ada balasannya

Beberapa orang mencintai yang menyakiti mereka , beberapa lainnya menyakiti yang mencintai mereka

Malam memberi aku mimpi , mimpi tentang hasrat hati , hati yang merindui hadirmu , hadirmu didalam hati

Disudut pantai aku berteriak , tak mampu menembus ombak yang beriak

Sempurna hanyalah kata yang mengikat janji dijari manis

Bila akhirnya aku hanya sekedar makam ingatan masa lalumu ,

Lantas mengapa kau bangkitkan aku dalam alam kenangan ?

Barangkali namamu telah hanyut disungai mimpi , aku akan menyelamatkannya

Tetapi aku tidak tau kemana arus membawa...

Tolong kabari aku kalau kamu sudah pulang...

Ada yang merindui disini , aku...

Dari banyaknya kekuranganku , memilikimu begitu mudahnya aku melengkapi itu

Sebab , cinta itu kelebihan yang Tuhan berikan

Aku ingin membaginya untuk saling menutup kekurangan

Akan jadi apa aku dalam sajakmu ?

Mengenangmu dalam ingatan yang pendek walau sebentar tapi sulit dilupakan

Dengan mencintaimu , aku rasa akan ada banyak cerita yang terlahir dari penaku

Rindu untukmu satu , sisanya aku...

Semendung apapun cuaca , langit tak pernah terluka

Seperti aku yang mencintaimu dengan setia

Bagiku kamu adalah tulisan tanpa titik

Berawal tapi tak pernah berakhir...

Aku adalah sepi yang tak bermuara

Perjalanan yang bahagia hanyalah angan yang sulit untuk ku ungkap nyata

Aku adalah airmata yang menganak sungai

Kamu adalah lautan sebagai muaranya

Sederhana...

Cukup aku , kamu...

Sudah itu saja !



Kata – kata dikutip dari @LembarPuisi , hasil postingan para tweeps yang saya rangkai menjadi seuntai puisi manis

Semoga semakin kreatif dan menginspirasi


Salam_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar