Bahwa puisi ialah tempat pelarian kegemaranku... Sebab disana , segala luka segala duka bisa kulilit pita merah muda...
Sabtu, 12 Oktober 2013
Ditelan masa
Aku hening...
Hening dalam diam dengan pandangan kosong
Aku tak tau harus berapa banyak kata lagi yang ku ungkap agar rasa ini benar - benar enyah dari jiwa dan ragaku
Harus bagaimana aku ?
Aku lelah jika harus terus menerus berada dalam resah dan gundah
Sadarkan aku tentangnya Tuhan...
Sadarkan aku bahwa dia telah jauh meninggalkanku
Jauh dari anganku dan relung kalbuku
Mungkin aku tak sesempurna maumu
Tapi inilah aku...
Mungkin aku teramat jauh hingga tak nampak dipelupuk matamu
Atau mungkin kamu anggap aku tak ada dulu
Sekeras itukah kamu ?
Lalu apa ini Tuhan ?
Cerita seperti apa yang sedang Engkau tuliskan ?
Kemudian kejutan seperti apa yang tengah Engkau persiapkan hingga harus kulalui sakit yang begitu dalam
Entah akan bertahan hingga berapa sakit dan kecewa yang kurasa
Perih memang , tapi ini nyata...
Bukan ilusi juga bukan canda
Kini hanya airmata yang tersisa
Akupun tak tau masih terlalu banyak atau bahkan hanya tinggal beberapa tetes saja
Ia habis setiap aku mengingatmu
Ia habis kala aku memikirkanmu
Ia habis kala malam datang dan hati kian sendu
Sendiri , sepi dan kelam
Apakah kau pernah tau jika aku teramat tersiksa olehnya
Menangis sendiri dikesunyian malam
Hampa dan sirna bak ditelan masa
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar