Kamu adalah apa yang aku tulis , tapi aku adalah yang selalu luput kamu baca

Toad Jumping Up and Down

Minggu, 06 Oktober 2013

Bait kata


Minggu , aku memunguti serpihan rindu yang terserak disepanjang senin dan sabtu

Mungkin diammu adalah bahasa terumit , yang tak terlipurkan oleh puisi yang tak tersamarkan si pencari hati

Cukup dengan airmatamu sebagai bukti , bahwa cinta , bahagia bukan hanya mengenal senyum dan tawa

Aku mencintaimu yang mencintai - Nya , karna dengan mencintaimu aku merasa lebih dekat dengan - Nya

Karna tanpamu , Sayang... puisi tak akan pernah hidup seberapapun aku berikan cahaya ia akan tetap saja redup

Kita adalah sepasang kerinduan yang dipertemukan dengan saling mendo'akan

Kita pernah bahagia bersama dan pada akhirnya melupakan bahagia bersama

Dan aku tidak perlu menggenggam matahari , karna tanganmu cukup hangat untuk menyemangati hari - hari

Masih bisa bersamamu dan tertawa lepas adalah kesederhanaan bahagiaku dari cinta yang tak menuntut balas

Diwaktu malam aku sering mengigau tentang kamu , dan beku ikut memanipulasi mimpiku

Sedemikian kecilkah kemungkinan itu sehingga aku memilih bungkam , mengunci rapat - rapat perasaan dari pintu kenyataan

Datanglah sayang... Seperti rinai hujan yang membasahi kekeringan , sungguh aku gersang sapuan rindu tawamu yang riang

Airmata kita beda , tapi kesedihan kita sama

Malam ini tak jauh beda dengan malam sebelumnya , dimana hanya ada sepi yang bicara tanpa ada yang mengajaknya bicara

Namun , biarlah malam dengan sifatnya karna aku selalu tau bahwa kamu selalu peduli kapan kamu akan menjamu rindu ini

Jika aku menghangatkan lelapmu dengan do'aku , berjanjilah kelak kamu menjaga lelapku tepat disampingmu

Pada kisah malam , ku ingin menjadi gelap yang buta tentang cara mengganti cahaya

Cermin usang dan gincu merah jambu siap menjual kisah

Sebelumnya aku tah pernah mengira tentang takdir yang menjadikan kita saling kenal lalu saling meninggalkan

Hatiku hambar , lalu hujan menambah rasa tawarnya dan habis sudah rasa

Bintang yang paling terang adalah senyumanmu , maka ijinkanlah aku mengabadikannya dalam ingatanku

Mengingat airmata mu dulu membuat sesal mengalir , membanjiri do'a - do'a usang , menggenangi rindu yang menjadikannya telaga

Ku pinjamkan kamu sepasang sayap , tapi kamu malah memilih hati yang lain untuk berhinggap

Aku masih menyusuri jalan setapak itu , tempat dimana kita meninggalkan jejak dulu

Aku telah berjalan begitu jauh dari diriku tapi sepertinya tidak darimu

Entahlah...




Thanks to " @PSIsimaya @Bukan_Ariell @aNirwana @Near27 @ditempeleng @Kicau_Hujan @Gilbran76 @nyanyianbait @_ayvbie @alam354 @gago_gie @imeedewii @RNMaulidaa "

Terimakasih karna telah menginspirasi...






Tidak ada komentar:

Posting Komentar