Kamu adalah apa yang aku tulis , tapi aku adalah yang selalu luput kamu baca

Toad Jumping Up and Down

Sabtu, 05 Oktober 2013

Dulu , aku memang yang terindah...





Senja terus berganti malam dan musim terus berlalu
Sementara aku dan kamu masih saja berilusi
Entah harus ku mulai darimana kisah bahagia nan memilukan di hidupmu juga hidupku
Membuka lembar demi lembar memori yang telah tertata rapi dalam panggung waktu
Baru saja kutulis beberapa kata diatas kertas ini , air mata ku sudah jatuh tak tertahankan , hingga aku tak mampu menyekanya dan kubiarkan ia jatuh berurai
Namun terus saja ku terjang airmata yang kian menderas mengalir dari pelupuk mata yang semakin membasahi pipi
Ku tulis kata demi kata , ku rangkai hingga menjadi rentetan kalimat sebagai perwakilan ungkapan hati yang begitu dalam
Aku tau mungkin kamu akan menertawakanku karna kini aku bak pujangga yang sedang mengalunkan kata indah pemanis hati
Bukan maksud hati mengiba lewat kata
Tapi inilah rasaku , rasa yang sesungguhnya
Rasa yang terlanjur ku patri kuat-kuat agar tak lepas dan selalu rekat
Aku tau engkau tak mampu merasakan sepenuhnya rasa yang ku punya saat ini
Aku juga tak ingin menyalahkanmu , karna kamu bukan Tuhan yang selalu tau seperti apa rasa dan perasaan ditiap-tiap sudut hati
Ku mohon kau tetap bersabar untuk terus membaca kata demi kata yang kuungkap dari hati yang terdalam
Ku mohon jangan engkau jatuhkan airmatamu sekarang
Rasakan dalam-dalam tiap rasa yang aku tulis yang kelak akan membuatmu kuat
Dulu , aku memang yang terindah
Tapi itu dulu…
Setelah semuanya kamu akhiri dengan kata putus
Entah mengapa begitu singkat waktu yang Tuhan titipkan untuk kita
Mungkin terlalu banyak hal yang kamu alami hingga kamu tak bisa menerima cinta dariku lagi
Aku sadar , aku tak pernah bisa menjadi seperti apa yang kamu minta
Hingga akhirnya kini kamu lebih memilih meninggalkanku dan berjalan sejauh mungkin sampai aku tak nampak lagi dipandangan matamu
Begitukah yang kamu mau?
Jujur terlalu menyakitkan ketika kamu mengatakan aku tak oernah memperdulikanmu
Kamu tau apa yang aku lakukan setelah mendengar ucapanmu?
Aku menangis , menangis dan terus saja ku bodohi diriku sendiri
Lalu apa artinya aku menunggumu selama ini?
Apa artinya aku menyayangimu melebihi aku menyayangi diriku sendiri?
Lalu untuk apa kepercayaan dan seribu harapan yang selama ini kamu beri dan ku nanti jika pada akhirnya kamu cabik dan kamu robek semua dengan begitu mudahnya dan nyata – nyatanya hanya luka saja yang ku dapati
Ingatkah kamu saat membiarkan aku sendiri dalam kesunyian yang terus membelenggu
Sementara kamu entah dengan siapa saja merajut bahagia untuk dirimu sendiri dan tanpa aku
Aku sakit…
Aku terluka…
Dan alu kecewa…
Tapi aku tidak pernah berniat meninggalkanmu seperti apa yang kamu lakukan saat ini kepadaku
Begitu banyak rasa yang telah aku korbankan hanya demi hubungan yang selama ini aku banggakan
Betapa aku mencoba menjaga semuanya sekuat tenaga dalam hidup dan mati , ditiap resah , dari detik demi detik hingga pada akhirnya kamu hancurkan , kamu hempaskan ego dan amarahmu sampai membuat hatiku berantakan menjadi kepingan kecil yang tak dapat ku rangkai lagi
Sayang…
Lihatlah aku yang tersayat , semoga percikan darahnya tak sampai mengenaimu disana
Tapi apa yang kamu lakukan ketika aku meronta menangis menggelayut dikakimu memohon agar kamu tak meninggalkan aku
Lantas kamu katakan tidak dan kamu pergi berlalu tidak memperdulikan perasaanku dan bagaimana harus kusembuhkan lukaku ini
Sayang…
Maafkan aku yang tak pernah bisa membuatmu bahagia
Aku tidak bertanam terlalu harap pada tunas yang tumbuh menjadi buah dan akar yang kuat
Hidup hanya rebah , sementara dia akan berganti topeng dan warna
Aku hanyalah secuil garam yang terbung atau sekedar seekor lalat yang hanya menjadi sampah bagimu
Aku rela jika harus memungut sisa – sisa cinta dan rinduku sendirian
Aku sadar dan teramat sadar…
Cintaku terlalu sederhana untuk engkau yang begitu istimewa
Seandainya engkau tau betapa aku tulus mencintaimu , bahwa aku tak ingin meninggalkanmu walau hanya dengan satu derap langkah saja
Yang aku inginkan hanya mencoba mempertahankan bayanganku disela – sela rona kebahagiaanmu
Sebab mungkin bagimu sekarang seberapa besar rasa yang ku punya sudah tak teramat penting lagi dan mungkin rasa ini sungguh tidak pantas lagi berdiam dan menempati ruang hatimu
Meski telah kucoba untuk melupakanmu , mamun waktu tak kunjung membantuku
Dan kini bukan saatnya lagi untuk mengharap cinta darimu
Biarlah aku saja yang menyimpan semua kenangan antara suka dan duka yang dulu pernah menjadi satu
Sudahlah biar aku yang pergi dari hidupmu dan membawa semua luka hatiku tanpa hadirnya cinta darimu
Ikhlaskan semua menjadi kenangan bagimu dan buanglah jauh diriku
Akan selalu ku kenang engkau dalam perjalanan hidupku
Semoga engkau mendapatkan pengganti diriku
Yang selalu ada untukmu
Yang tak pernah meninggalkanmu
Yang jauh lebih sabar dari aku
Yang lebih tulus mencintaimu melebihi ikhlasku menyayangimu
Yang pandai berbicara , yang tak bisu seperti aku
Yang selalu mengerti perasaanmu
Yang cintanya tak sederhana sesederhana cintaku
Dan yang mampu membuatmu bahagia sepanjang masa
Biar ku genggam erat sejuta rasa yang membahana meski kau tak ingin lagi memiliki
Tapi ambilah jika kelak esok atau pada masanya engkau sangat membutuhkan cinta itu
Tak apa bagiku asal engkau bahagia dengan apa yang kamu punya meski tanpa aku disisimu
Maafku dari dasar hati terdalam
Ijinkan aku hidup bersama namamu yang ku tempatkan disinggasana hati dan kututup rapat agar tak ada yang mengganti semua yang telah kucanangkan abadi
Terimakasih untuk kesedihan ataupun kebahagiaan
Aku percaya semuanya mempunyai keindahan dan anugerah tak terhingga nantinya
Terimakasih untuk cintamu yang tak pernah lekang
Biarkan aku menanti hingga batasku mengakhiri
Tak mungkin ku sesali adanya dirimu karena sesungguhnya aku benar – benar menyayangimu
Inilah tulisan usangku yang tak pernah mempunyai arti namun begitu berarti meski hanya sekedar kamu tau
Buang saja seperti kemarin yang telah kamu lakukan kepadaku
Karena sejatinya semua hanya akan menjadi mimpi yang menjemukan
Aku sadar tak banyak yang dapat aku lakukan
Hanya mengambil pena dan ku ceritakan pada sehelai kertas dengan kedamaian hati
Berharap bersamaNya aku berada dalam ingatan sunyimu




Beloved you ,



Aku...

Tepat disudut toko dimana dulu menjadi tempatku mencari uang jajan...
Bersama tas tangan warna merah muda semu orange dan saputangan garis bergambar rainbow...
Dibawah lampu yang padam dekat dengan cermin kaca yang terpaku didinding dekat pintu...
 Berteman airmata pilu yang setia menunggu dalam kebisuan...
Disamping bingkisan sepasang sepatu futsal hitam bercorak hijau...
Dan bersama mendung yang kian membias cahaya senja tepat didua puluh dua mei itu.. 



Selamat ulang tahun kamu , kesayangan...

Seseorang yang berhasil menjadi penambang rindu dihatiku...
Seseorang yang namanya selalu kusebut dalam do'a dan pengharapan...
Semoga bahagiamu selalu tercurah bersama seseorang yang kamu anggap tepat...
Hari ini , esok dan selamanya...









Puisi teristimewa ini sengaja diperuntukkan bagi seseorang yang dulu pernah berjalan beriringan namun kemudian dia memilih mempercepat langkah dan membiarkan aku tertinggal . Dibuat tepat di hari ulang tahunnya . Puisi yang awalnya ditulis dengan menggunakan pena dan 3 lembar kertas berwarna merah jambu . Meski momentnya telah terlewati , namun puisinya masih terpatri . Maaf jika puisi ini terlalu menyakitimu .Percayalah , ini hanya caraku untuk tetap hidup sekalipun hanya lewat kata . Juga sebagai bukti bahwa aku masih tetap menghargai kenangan kita .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar