Bahwa puisi ialah tempat pelarian kegemaranku... Sebab disana , segala luka segala duka bisa kulilit pita merah muda...
Senin, 07 Oktober 2013
Seuntai puisi manis
Pagi menggugah mimpiku dan menyentuh cemburu yang ada dihatiku
Mentari tak pernah menyalahkan ketika kita tak bersua dalam cerubung pelukan
Tertulis bahagia disela dedaunan yang berembun , itu adalah kita
Lihatlah pagi kali ini , menyampaikan pesan dariku tentang pilu yang menimpaku
Tidak perlu lagi kubaca arah angin , meskipun ingin
Karena semua tentangmu mampu menyelinap dari segala penjuru
Tidak ada yang kebetulan...
Bahkan ketidaksengajaan betul - betul sesuatu yang dibetulkan Tuhan
Kamu berbicara seakan hari akan segera pergi dan orang - orang akan semakin tekun mendengarkan pembicaraan kita
Pada sebuah malam yang tak usah aku sebut harinya , seseorang sibuk mendengarkan percakapan kita dari kejauhan
Seperti balon yang meledak diudara , aku pecah ditembaki huruf - huruf mu
Terjaga demi sepotong tanya untuk hati yang tak jua menemui abjad jawabannya
Pada malam - malam tanpa nama , aku bercakap dengan Tuhan sambil menitipkan sebuah do'a
Tenang saja , selalu ada namamu disana
Aku menyaksikan tawa diatas pedih , dan semua ada balasannya
Beberapa orang mencintai yang menyakiti mereka , beberapa lainnya menyakiti yang mencintai mereka
Malam memberi aku mimpi , mimpi tentang hasrat hati , hati yang merindui hadirmu , hadirmu didalam hati
Disudut pantai aku berteriak , tak mampu menembus ombak yang beriak
Sempurna hanyalah kata yang mengikat dijari manis
Bila akhirnya aku hanya sekedar makam ingatan masalalu mu , lantas mengapa kau bangkitkan aku dalam alam kenangan ?
Barangkali namamu telah hanyut disungai mimpi , aku ingin menyelamatkannya
Tetapi aku tidak tau kemana arus membawa
Tolong kabari aku kalau kamu sudah pulang
Ada yang merindui disini , aku...
Dari banyaknya kekurangan ku , memilikimu begitu mudahnya aku melengkapi itu
Sebab , cinta itu kelebihan yang Tuhan berikan
Aku ingin membaginya untuk saling menutup kekurangan
Akan jadi apa namaku dalam sajakmu ?
Mengenangmu dalam ingatan yang pendek walau sebentar tapi sulit dilupakan
Aku memang pendiam yang diam - diam jatuh cinta kepadamu , dan setelahnya terdiam pula menahan perih akanmu
Dengan mencintaimu , aku rasa akan ada banyak cerita yang terlahir dari penaku
Rindu untukmu satu , sisanya aku...
Semendung apapun cuaca , langit tak pernah terluka
Seperti aku yang mencintaimu dengan setia
Bagiku , kamu adalah tulisan tanpa titik... Berawal tapi tak pernah berakhir
Aku adalah sepi yang bermuara
Perjalanan menuju bahagia hanyalah angan yang sulit untukku ungkap nyata
Aku adalah airmata yang menganak sungai
Kamu adalah lautan sebagai muaranya
Sederhana ,
Cukup aku , kamu...
Sudah itu saja !
Kutipan " Lembar Puisi " yang saya rangkai menjadi seuntai puisi manis
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar