Setidaknya
kali ini kamu memang beruntung
Masih
tetap baik – baik saja saat emosi tak mampu lagi ku bendung
Sudah
berhasilkah kamu menyungkurkanku dikakimu?
Menenggelamkanku
dalam rasa yang semu
Sudah
puaskah kamu setelah menyelipkanku dalam barisan airmata pilu?
Dalam
agenda permainanmu
Kamu
begitu pandai menoreh cerita
Seolah
kamu makhluk yang sempurna
Dan
bodohnya aku meyakini semua
Aku
dibutuhkan atau sekedar dimanfaatkan?
Aku
baru tau...
Jika
bait – bait kata yang kau susun bukan tertuju padaku
Jika
aku hanya ada dalam mimpimu, bukan nyatamu
Menangisku
tersedu
Bersihkan
luka tapi aku tak mampu
Ini
sudah cukup !
Ku
damba bersanding, tapi kamu malah berpaling
Disini
aku menjaga
Dibelakang
kamu main gila
Kamu
berubah menjadi pengecut
Saat
dahiku mengerut dan aku cemberut, kamu memandangku takut
Wajahmu
pucat bagai mayat
Tatkala
kuberanikan diri untuk mendekat
Namun
kamu meloncat melesat cepat
Ada
rimbun dosa yang terlukis jelas
Meminta
untuk segera dipangkas
Kamu
mendesah resah
Mengusir
rasa bersalah
Otakku
tak mampu lagi berfikir
Sedang
airmataku jatuh bergulir
Terimakasih
untuk semua goresan yang kamu sematkan
Bersama
luka yang tak kan pernah terlupakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar