Kamu adalah apa yang aku tulis , tapi aku adalah yang selalu luput kamu baca

Toad Jumping Up and Down

Kamis, 10 April 2014

Saputangan Warna Jingga




Aku duduk tepat dibangku kedua dibelakang pengemudi
Hiruk pikuk membuat jalan semrawut hingga bus melaju tidak begitu kencang
Ku nikmati perjalanan menuju kampus sembari membaca beberapa buku favoritku
Sesekali kulirik ponsel didalam tas gendong warna ungu
Lambat laun aku terhanyut dalam cerita pada novel yang kupegang ditanganku
Tanpa kusadari airmata menetes membasahi salah satu halamannya
Tiba – tiba disampingku sebuah tangan mengulurkan sapu tangan berwarna jingga
Sontak aku kaget dibuatnya
Pelan namun pasti aku menoleh penuh tanya
Pandanganku tepat berada sejajar dengan pandangannya
Dia melayangkan senyumnya kearahku
Aku membalas dengan sedikit malu
Dia mengulangi tawarannya untukku pakai sapu tangan miliknya
Entah apa alasan yang membuat aku menerima tawarannya
Suasana bus begitu panas bejubel beberapa penumpang
Tapi mengapa mendadak tubuhku menggigil dingin
Degub jantungku semakin tak berirama
Fikiranku buyar memecah konsentrasiku
Masih kupegangi saputangan berwarna jingga itu
Beberapa orang yang duduk belakang nampak berbincang – bincang
Aku heran mengapa seriuh ini aku merasa begitu sunyi dan sepi
Semenjak tatapan pertama didalam bus kota
Seseorang berlesung pipi lengkap dengan kacamata
Aku tak berani menyapa
Dia pun diam tanpa sepatah kata
Bus yang kunaiki berhenti dihalte jalan delima
Aku menoleh cepat dan kulihat sebagian orang naik turun
Aku terperangah ketika tanpa kusangka laki – laki berkaca mata disampingku beranjak dari tempat duduknya
Dengan sigap aku mencari saputangan warna jingga kepunyaannya
Maksud hati ingin mengembalikannya
Tapi lagi – lagi dia hanya melemparkan senyum kearahku
Disodorkannya secarik kertas bertulis kata – kata
Aku bingung tak tau apa yang dimaksudnya
Kutampa kertas itu...
Lalu saat ku coba berikan saputangannya dia hanya melambaikan tangan sembari menggelengkan kepala
Kubaca pelan sekali kata – kata dikertas itu
“ Salam kenal teruntuk lembayung senja yang belum kukenal namanya “
“ Dari Bayu Kelana di jalan Delima “

“ Titip saputangan warna jingga ku “

Tidak ada komentar:

Posting Komentar