Kehidupan
jelas tak pernah diam ditempat
Bagaimana
pun ia terus melingkar sesuai dengan yang telah Tuhan gariskan
Barangkali
ini menjadi sebuah nasihat kecil untukku
Kini
aku terbangun dan kembali berada dalam kisah nyata
Bukan
timbunan kepingan rupiah yang satu – satunya menjadi alasan kebahagiaan
Tapi
nyatanya itulah yang banyak orang dambakan
Lantas
sebuah perjalanan membenarkan yang demikian
Sebegitu
hebatkah?
Bukankah
timbunan tersebut adalah penyebab persaingan dan perpecahan dikaum kita
sendiri?
Bukankah
sudah saatnya kita berpotert diri?
Berbenah
dari segala keburukan
Lalu
meningkatkan semua kebaikan
Pernah
sesekali aku tanyakan
Mengapa
kita tidak meninggalkan yang hanya akan membuat kesia – siaan?
Ada
bagian yang harus dilanjutkan
Namun
tidak sedikit bagian yang harus ditinggalkan
Bukankah
sudah teramat sering dikoarkan
Bahwa
sejatinya hidup didunia hanya sementara
Lantas
yang akan dijadikan bekal apa?
Jika
masih saja terus memupuk keserakahan belaka
Usia
tak selamanya muda
Ia
akan merangkak perlahan menjadi tua
Mengaburkan
mata menulikan telinga
Melemaskan
raga Mengurangi tenaga
Melirihkan
suara melupakan kata
Bagaimana
bisa kita terbuai dalam manja
Hidup
tak sepanjang yang kita tafsirkan
Masihkah
bertahan dalam angkuh kecongkakan?
Bukankah
tidak ada yang abadi dan semua yang bernyawa akan mati?
Menanti
putusan dari Sang Illahi Robbi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar