Kamu adalah apa yang aku tulis , tapi aku adalah yang selalu luput kamu baca

Toad Jumping Up and Down

Senin, 25 November 2013

Seratus empat puluh karakter


Untukmu si tokoh utama tulisanku ,

Mungkin kamu sudah baca tulisanku mengenai kesedihan yang pasti kamu fikir terlalu dilebih - lebihkan . Mungkin kamu bertanya mengapa aku begitu mudah menikmati perasaan sedihku kedalam tulisan? Benar kan? Lalu dalam hati kamu akan mengatakan " Dewasalah sayang , seharusnya setelah aku tinggalkan itulah kesempatan kamu bisa belajar banyak hal " Begitu kan?

Jangan dikira aku tidak tau kalau kamu sering membaca tulisanku , pasti diam - diam kamu memperhatikan curahan hati diblogku .Dan saat jam - jam segini kamu sering mengintip akun facebook ku , mencari - cari adakah sosokmu dalam rintihan kegalauanmu? 

Diponsel jadul yang ada disamping laptopku ini , yang hanya bisa menerima telepon dan membaca pesan singkatmu , ada banyak kenangan yang tak bisa kulupakan . Jangan dikira aku sudah melupakanmu . Diponsel ini masih ada pesan singkatmu , masih ada nomor kontakmu . Sayang , kamu pun sebenarnya rapuh kan? Tapi kamu tidak seperti aku yang bisa dengan mudah menunjukkan kerapuhanku pada dunia . Aku yakin kamu tidak akan seperti itu , karna kamu laki - laki dan kamu dituntut untuk menerima semua rasa sakit tanpa harus menunjukkan airmata . Aku memahami itu sayang . Aku juga takkan menyalahkanmu karna perpisahan ini . 

Sebenarnya aku sangat ingin memelukmu kala itu , namun aku takut pada ratusan pasang mata yang menyorot kita . Aku takut dandananku yang lusuh mengotori bajumu dan aku takut aroma tubuhku yang tidak beraroma parfum seperti tubuhmu akan merusak aroma wangi tubuhmu . 

Aku memang kecewa saat kamu memutuskan meninggalkan aku . Tapi aku fikir mungkin saat itu , itulah hal yang terbaik . Jika hal itu tidak terjadi pun aku belum merasa siap menghadapi gemerlapnya kamu . Pasti kamu juga tidak siap menjadi pendampingku . Menjadi kekasih yang kisahnya selalu aku bawa dalam tulisanku . Menjadi kekasih yang kuat begadang dan sedikit mampu membaca fikiranmu . 






Wahai tuan yang menjadi penyebab galauku diseratus empat puluh karakter , meskipun kita tak lagi bersama , maukah kamu sering - sering datang kesini? Supaya kamu tau apa yang sesungguhnya aku cari selama ini? Aku tidak hanya menginginkan kisah kita menjadi bahan tulisanku tapi memang benar adanya , aku menyayangimu .






Dari aku sii gadis yang suka bergalau ria dan kadang tak tau diri _

Tidak ada komentar:

Posting Komentar