Kamu adalah apa yang aku tulis , tapi aku adalah yang selalu luput kamu baca

Toad Jumping Up and Down

Kamis, 21 November 2013

Cinta dalam diam


Saben hari , disiang bolong begini sering kali bayangmu menemui
Mulai dari hanya melintas cepat difikiran hingga meliuk - likuk terbang dalam angan
Terlebih jika senja mulai merangkak pelan menuju malam dimana aku biasa terbaring diperaduan seorang diri
Kadang aku sebal , karna sosokmu datang tak kenal waktu
Sempat terlintas dibenakku yang penuh tanya bagaimana caranya membunuh bayangmu yang kian mengganggu
Tapi itu mustahil , karna segala tentangmu telah berhasil membuatku jatuh cinta dalam diam
Dan karna kamulah penyebab mengapa aku rindu

Sembari tiduran diranjang tepat dikamar mungilku , aku memainkan ponselku
Berbalut rindu yang kian menusuk kalbu yang mulai tersapu oleh dingin yang membeku
Rasanya ingin sekali mengirimkan sebuah pesan pendek barang hanya menanyai kabarmu atau sekadar basa - basi 
Sering juga ingin menghubungimu , bercakap berlama - lama diujung telepon hingga kantukku menjemput
Entahlah , tapi aku sendiri tak punya nyali 
Aku takut pesan dan panggilanku kamu abaikan
Aku takut kamu tidak mempunyai rasa yang sama lantas segala tentangku kamu acuhkan

Ini bukan kali pertamanya aku merasakan jatuh cinta
Namun nampaknya kali ini ada yang berbeda 
Cinta untukmu membelenggu disudut kalbu
Dia : cinta ku enggan menampakkan dirinya
Mungkin malu , mungkin juga ragu
Sebabnya apa aku juga tak tau

Dan semakin hari semakin terasa perbedaannya
Saat aku berhasil curi - curi pandang lewat akun jejaring sosialmu , diberanda dimana kamu biasa ada
Disitulah aku bisa dengan leluasa memandangi rupa dengan segala aktifitasmu 
Aku sendiri heran mengapa pipiku begitu merona  memerah jambu lantas tersipu malu saat kamu menyapaku entah lewat kata pun dengan senyuman
Apa itu kalau bukan cinta?
Sebegini parahnya kah aku menggilaimu? 
Hingga sosokmu belum juga temaram dan masih selalu hadir difikiran

Aku tak habis fikir , mengapa cintaku begitu tak tau malu lalu dengan lugu berhasil membelenggu sikap dan celotehku
Yaaa... sekali lagi aku hanya bisa diam terpaku , menunggu waktu berbaik hati padaku
Tapi mustahil jika tanpa bicara aku akan tau bahwa disini aku merinduimu dalam diamku
Tapi untuk kesekian kalinya aku katakan bahwa aku malu
Aku yakini selama kita masih berada dibawah langit yang sama Tuhan pasti akan membantuku dengan cara yang Ia punya
Membantuku menyudahi cintaku yang hanya dalam diam kemudian membuatnya menjadi nyata seperti khayalku yang senantiasa menghiasi malam - malam

Semoga saja...





Untuk kamu , sosok yang hanya bisa aku kagumi dalam diam

Untuk kamu , laki - laki yang berhasil mereggut perhatianku

Untuk kamu , sosok yang selalu aku hadirkan titiap mimpi malam

Dan untuk kamu , seseorang yang yang selalu aku rindukan diujung penantian









Dibuat sesuai permintaan seorang teman yang nampaknya sedang berada  dititik mengagumi dalam diam 
 Semoga suka sama puisinya... 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar