Kamu adalah apa yang aku tulis , tapi aku adalah yang selalu luput kamu baca

Toad Jumping Up and Down

Minggu, 17 November 2013

Untukmu yang akhir - akhir ini sangat sulit untuk aku temui...



Dengarkan , kali ini aku ingin bercerita tentang kamu yang sulit untuk aku pahami !

Aku menulis ini ketika kembali dihadang oleh rasa lelah yang tak pernah menyerah . Ketika dihadapkan pada keadaan yang sama dan pungkasnya hanya mampu mengendap didada . Terbang meliuk - liuk dilangit - langit fikiran kemudian terhempas disudut kenangan . Ya , lagi - lagi kamu penyebabnya...

Kamu yang semakin hilang dari pandangan . Tapi masih bisa kusyukuri karna sua mampu mempertemukan suara kita . Aku tidak tau sebabnya apa jika terkadang kamu begitu sering mampir diponselku . Menggugah fikiran yang sejenak tidur lelap . Tapi aku juga tidak tau alasanya apa ketika kamu tiba - tiba luput , hilang dan tak memberi kabar barang sejumput .

Aku sudah berusaha mengirimkan pesan singkat bahkan dalam hitungan kali , tapi pesanku tak kunjung kamu balas . Aku juga sudah berusaha menghubungimu namun sering kali kamu tak mau menjawab . Aku rela bertahan dalam status berteman agar tidak lagi diabaikan . Aku tau , mungkin BBMan jauh lebih menyenangkan dibanding dengan pesan biasa . Aku juga tau , mungkin wechat dan whatsaap jauh lebih mengasyikan daripada berlama - lama diujung telepon . Itu jaman dulu sekali kan? Mungkin aku kuno dan kamu jenuh . Aku menyadari bahwa apa yang aku punya berbeda jauh dengan fasilitas yang mampu kamu beli dengan sesuka hati . Aku juga tau bahwa aku tak berhak marah . Tak berhak mengurusi apapun tentang kamu .

Lalu kemarin , beberapa hari yang lalu ketika kamu menggigil gunung terbaring sakit . Begitu rajin kamu mengabariku , mengungkapkan apa yang kamu rasa . Jujur aku bahagia masih kamu anggap ada walau hanya dalam keadaan terpurukmu . Aku sama sekali tidak keberatan .

Tapi  mengapa beberapa hari setelahnya kamu tak memberiku kabar tentang kesembuhanmu? Sayang , mengapa aku harus tau itu dari beranda facebook ku bukan dari mulutmu? Mengapa aku selalu tak nampak disaat -saat dimana kamu merasa bahagia? Aku tau , aku hanya teman biasa . Tapi apa aku tak pantas ikut menikmati kesembuhanmu? . Ada yang mengkhawatirkanmu disini , aku... Sayangnya kamu tak mau tau !

Bahkan dengan segala rasa yang kuberi , termasuk sakitnya dikhianati . Tetap saja aku menyayangimu . Aku yang memikirkanmu dalam tiap kesempatan tapi diabaikan begitu saja . Bagaimana bisa kamu mengerti sakitnya aku saat ini . Sedikitpun mungkin kamu tak akan bisa mengerti . Tidak akan bisa .
Mungkin iya , aku yang salah mengartikan . Namun sekali lagi , apa kabar kamu hari ini? Masih kutunggui pesanmu hingga aku selesai menulis ini . Aku harap jangan tiba - tiba datang setelah hilang .

Bisakah kamu kesini dan beritau aku kenapa tiba - tiba kamu bersikap acuh dan tak peduli? Disini , aku tak seburuk apa yang kamu fikirkan . Aku masih memikirkanmu dan kamu masih tak mengerti itu . Tapi suatu saat nanti kamu pasti akan mengerti , kenapa aku begini... Ketika nanti aku sudah tidak memperdulikanmu lagi . 

Aku memilih diam dan sejenak menjauh , agar kamu tau kemarahanku sekalipun tidak ingin menyakitimu . 






Siapa yang lebih dulu enggan membalas pesan? Menghiraukan panggilan? Aku atau kamu?


Mungkin disini aku yang salah mengartikan . Aku terlalu bahagia karna kamu menyapa dengan senyum mengembang . Padahal kenyataannya kamu hanya mencoba menyapa untuk sekedar basa - basi saja .






Tidak ada komentar:

Posting Komentar