Kamu adalah apa yang aku tulis , tapi aku adalah yang selalu luput kamu baca

Toad Jumping Up and Down

Jumat, 22 November 2013

Pertemuan singkat


Aku duduk diantara dua kursi merah yang basah karna diguyur gerimis yang entah berapa banyak jumlahnya 
Yang pasti jutaan ribu gerimis itu mampu membasahi pohon tua tepat disampingku dimana aku duduk seorang diri menantimu
Aku yang berlindung dibawah payung pun turut merasakan kedinginan yang sangat
Disana , aku berteman sepi dengan deru angin yang sesekali memontang - mantingkan rambut ikalku
Aku menggigil dingin sayang...

Betapa aku begitu mengharapkanmu muncul dari ujung jalan itu
Mataku terus menatap nanar meski kabut pekat berusaha menghalangi pandanganku
Aku masih tetap setia duduk manja disudut bangku kayu

Semenjak pertemuan singkat kita beberapa minggu yang lalu aku terus memikirkanmu
Entah pandangan pertama itu serasa membiusku untuk larut dalam semua angan tentangmu
Kamu berhasil membuatku tak berdaya
Tatapan mata itu kian mengganggu daya ingatku
Seolah meronta meminta agar aku tak meluputkanmu dari fikiran juga benakku

Pertemuan kita yang begitu singkat entah mengapa mampu membuat aku terpikat
Dari hitungan hari yang telah berlalu semuanya genap menyimpan memori namamu
Sayang... aku menunggumu...
Aku menantimu berharap kita akan dapat bertemu kembali

Tentang percakapan kita seminggu setalah kita bertemu
Masih segar ditelingaku ketika perkataan akan sebuah kekagumanmu terhadapku
Awalnya aku ragu , tapi aku rasa itu sebuah pertanda mungkin kamu memiliki rasa yang sama
Dari hari kehari yang aku lalui , semuanya sungguh mampu membuatku berbinar
Bahkan aku serasa diingatkan kembali pada masa dimana aku sedang jatuh hati

Tapi sayaaaang... Mengapa tiba - tiba kamu menghilang tak bersua?
Kenapa disaat - saat aku sedang terbang tinggi tiba - tiba kamu patahkan sayapku?
Sayang , lihat aku yang jatuh dan terhempas...
Pipiku baru beberapa hari belakang ini tampak merona
Dan senyumku yang belum lama tersunging
Mengapa kamu tega melenyapkan semua
Pergi menghilang tanpa sedikitpun kabar yang menyapa

Lalu bagaimana dengan aku yang terlanjur menaruh hati padamu?
Kamu... seseorang yang aku anggap berarti nyata - nyatanya pergi tanpa arti
Kamu... seseorang yang aku nanti kini hilang dari hati
Dan kamu sii pencuri hati , selamat karna telah berhasil mempermainkan hatiku
Dan teruntuk kamu seseorang yang pergi tanpa meninggalkan alasan yang jelas , aku harap jika waktunya nanti kamu sudi kembali semoga aku belum berpindah kelain hati...








Puisi permintaan seorang sahabat... Selamat membaca !




Tidak ada komentar:

Posting Komentar