Jatuh cinta memang tak kenal siapa dan dimana kan? Termasuk pada kamu . Seseorang yang semestinya aku hindari . Seseoramg yang tak bisa aku miliki .
Kamu berbeda . Kini nama dan nomermu hanya menjadi hiasan diponselku . Jika kamu masih yang dulu , mungkin ponselku akan terus memunculkan namamu . Entah dalam bentuk pesan ataupun panggilan . Tapi sayangnya sekarang tak lagi sama . Kamu yang dulu pasti akan selalu ada , dan kamu yang sekarang hanya akan datang pada saat butuh saja .
Aku akan menunggu waktu itu sayang . Dimana kita akan bertemu dan melepas rindu . Aku akan bertahan sayang , sampai batas lelahku . Sampai nanti waktu akan berbaik hati padaku . Meskipun terkadang komunikasi tersendat karna rutinitas yang padat .
Tapi setidaknya beri aku sedikit ruang untuk menikmati hidupku . Bukankah aku dan kamu hanya teman setelah kata putusmu aku iyakan? Apa perlu aku mengungkapkan kasarnya kata agar kamu paham?
Apa harus aku tegaskan semuanya?
Kamu hanya datang pada saat sepi saja . Pada saat kamu jenuh dan tak ada pesan ataupun panggilan diponselmu .
Aku hanya pilihan terakhir yang kamu punya . Hanya cadangan dan tempat pelarian pada saat teman - temanmu yang tersayang hilang tak ada kabar .
Aku benar kan?
Aku tertekan !
Ini sudah malam . Tapi mengapa rindumu malah datang bertubi - tubi , tak memberiku ruang untuk sendiri . Aku memang sayang kamu . Tapi Tuhan lebih sayang kamu .
Entahlah , mungkin kamu memang sedang tenggelam dalam kesibukan pekerjaan , mungkin juga sedang jatuh cinta diam - diam pada seseorang .
Kamu memang benar , kita masalalu kan? Jadi dengan siapa kamu kini bukan hak aku untuk mencampuri . Bukankah dulu kamu yang ingin pergi? Tidak memperdulikan bagaimana aku meminta kamu untuk bertahan . Lalu dengan angkuhnya kamu abaikan .
Dan dari segala kata , artinya sederhana . Aku rindu kamu dan terkadang itu mengganggu aktifitasku . Rindu untukmu egois . Dia terus terasa semakin menyiksa . Terus menumpuk dan tak mau tau bahwa kita bukan siapa - siapa lagi .
Dikamarku , 21 November 2012
Saat sedang butuh kamu sebagai penyemangat
Tapi seperti biasa , hasilnya selalu nihil
Aku sadar betul !
Kita bukan siapa - siapa !
Baik - baik disana yaaa...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar