Dengar...
Aku tidak perlu menjelaskan pada mereka bahwa kita pernah punya masalalu . Bukan aku tak mau mengakui . Hanya saja masalalu bukan hal yang pantas untuk diungkit . Terlebih yang aku dan kamu dapat hanyalah sakit .
Disana kita pernah punya cerita yang aku sebut kenangan bersama kamu yang kini hilang dari pandangan .
Aku menengok kekiri kamu sudah pergi . Aku menengok kekanan yang kurasakan hangatnya bekas rangkulan .
Tapi hanya kamu yang mengantarkan obat saat aku sedang demam . Diselipkan lewat jendela , meski kita tak bisa bertatap muka .
Yang membuat lebih baik bukan obatnya , tapi kamunya .
Lalu bagaimana? Ini bukan sengaja . Selalu saja ada hal atau barang yang kutemui dijalan kemudian mengingatkankan ku pada potongan - potongan kenangan yang pernah kita lakukan .
Dan hari ini , apakabar kamu cinta pertama? Kadang aku rindu dengan kisah kita yang lugu . Potongan - potongan gambar kamu yang sedang ngambek karna cemburu . Berapa lama ingatan ini akan lapuk? Setelah kepergianmu , rindu tiada henti memeluk .
Betapa aku takut kehilangan seseorang yang tidak takut kehilanganku , juga merindukan seseorang yang tak merindukanku
Aku tak berhak meminta lebih...
Sabar seperti apa lagi yang kamu mau?
Peduli yang sedalam kamu lagi yang kamu inginkan?
Bukan ingin berhenti memperjuangkanmu , aku hanya berfikir lebih jauh . Jika kamu aku perjuangkan , akankah kita bahagia?
Ada beberapa sinyal yang harus kupahami dari awal
Sepertinya aku harus kembali mundur dan mengalah . Entah untuk yang keberapa . Dimatamu , mungkin aku bukan siapa - siapa .
Jam segini dipagi ini , ada yang masih menatap handphone . Enggan beranjak sebelum kabarmu hinggap . Dia merindukanmu . Dia adalah aku....
Aku menganggapmu segalanya . Tapi kamu menganggapku biasa - biasa saja....
Jika kamu saja dengan begitu mudah melepaskan aku , harusnya aku tak perlu begitu sulit melupakanmu .
Dipagi rindu ,
Untuk kamu yang selalu manis dalam banyak hal...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar