Kamu adalah apa yang aku tulis , tapi aku adalah yang selalu luput kamu baca

Toad Jumping Up and Down

Sabtu, 28 Desember 2013

Terompet tak bersua




Tatapannya nanar kearah luar pintu yang sengaja dibuka lebar . Wajahnya menyikap rindu dibalik kesenduan . Ini malam kesekian belas kali ia duduk didipan reot  menanti anaknya pulang lalu bersama – sama meniup terompet dimalam pergantian tahun .

            Nak...

            Usiaku kini kian senja

            Ajal kapan saja bisa menjemputku

            Tidakkah kamu rindu pada sosokku yang  mengandungmu selama sembilan bulan?

            Tidakkah kamu ingat pada aku yang sempat menaruhkan nyawa untukmu?

            Tidakkah kamu ingin mengusap peluhku?

            Dan tidakkah kamu menemuiku sebelum aku terbaring kaku dipusara tanah 
            kelahiranmu?

            Disini , didekatku sudah kusediakan pena

            Siapa tau esok ketika kamu tiba aku sudah tak bernyawa

            Tulis saja semua yang ingin kamu utarakan

            Pasti akan kubaca dari atas sana bersama iringan awan

Bisiknya lembut dari hati...

Tiba – tiba ada yang datang mengetuk pintu , sontak ia terkejut lantas mengambil sebuah kayu teman jalan yang selama ini setia menjadi pengganti satu kakinya . Dan harapannya yang datang adalah putra semata wayangnya . Namun ia salah besar , rupanya seorang anak muda yang berniat membeli terompet yang kini tak sempat ia jajakan disepanjang jalan . Tak ada percakapan tawar menawar , yang nampak hanya permainan sepuluh jari dengan bahasa isyarat .

Yaa , dia... seorang ibu tua penyandang tuna wicara dengan satu topangan kaki yang mahir mencipta terompet tak bersua... Seorang ibu tua yang mendamba sebuah terompetnya disuarakan oleh anaknya...

           

           

            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar