Kamu adalah apa yang aku tulis , tapi aku adalah yang selalu luput kamu baca

Toad Jumping Up and Down

Jumat, 03 Januari 2014

Surat Kedua




Senja , empat januari nan bahagia

Teruntuk raga yang selalu kudamba

Apakabar matahari lembutku , anak kesayangan bunda yang masih terpisah dimensi dan waktu?
Hari ini usia bunda baru saja genap 23 tahun nak...
Hari penuh pengharapan dan do’a yang katanya istimewa
Sekarang bunda sedang sibuk – sibuknya menata hidup sembari belajar akan banyak hal untuk menyambut kedatanganmu kelak , sayang...

Nak , hingga kini bunda belum menyelesaikan tanggung jawab bunda kepada kakek dan nenekmu
Kata nenekmu , bunda masih terlalu muda untuk menimang tubuh mungilmu
Katanya bunda harus belajar menjadi sosok anggun yang bisa menjadi peneduhmu nanti
Maafkan bunda , sayang...

Bunda belum mampu menyentuhmu dengan dekapan hangat penuh kerinduan
Maafkan bunda yang belum bisa membawamu dari ruang gelap yang membuatmu begitu tak nyaman
Bahkan calon ayahmu saja bunda belum tau beliau siapa

Sayang...
Bunda ingin membagi sedikit sesak didada bunda , maukah kamu mendengarnya?
Nak , sebenarnya dulu bunda sudah menemukan seseorang yang bunda fikir tepat untuk menjadi pelindung kita
Seseorang yang bunda fikir akan menyanyangi kita sepanjang masa
Sayangnya akibat segala kekurangan bunda , beliau lebih memilih pergi berjalan meninggalkan bunda dan kamu , buah hati bunda
 Bunda janji , bunda akan mencari ayah yang akan menjadi guru terbaik untukmu
Ayah yang akan menjadi pahlawanmu
Ayah yang akan mencintai kita berdua
Bersabarlah sayang...

Tapi bunda mohon jika esok bunda telah bersanding bersama seseorang yang akan kamu panggil ayah namun beliau tak sesuai dengan harapanmu , jangan marah ya...
Mungkin beliau adalah seseorang yang telah Tuhan gariskan menjadi bagian hidup kita
Berjanjilah pada bunda bahwa kita akan melewatinya bersama dalam satu rasa

Dan bagaimana jika waktu itu datang tiba – tiba , ketika bunda masih harus mondar – mandir sibuk kuliah?
Padahal jelas – jelas itu tak akan baik untukmu
Jangan ngambek ya sayang , jika waktu bermanjamu harus bunda sita sementara
Untuk sementara sayang...
Yakinlah kelak kamu akan menjadi anak yang kuat dan pintar
Maafkan bunda jika esok asupan gizimu kurang karna bunda tak nafsu makan dan selalu mual - mual
Tapi bunda janji akan selalu menjagamu dan memastikan kalau kamu baik – baik saja

Duhai pelita hati bunda...
Kamu tau nak , surat ini bunda peruntukkan bagi kamu seorang
Surat yang bunda buat untuk sebuah challenge merangkai kata
Surat yang bunda tulis dengan rasa penuh cinta untuk kamu duhai jelita...

Sayangku...
Bunda mohon agar kamu mau membantu bunda dengan sejuta do’a sesuai bahasamu disana
Agar bunda mampu mewujudkan cita – cita kecil bunda sebagai perangkai kata
Supaya suatu hari nanti jikalau kamu telah lahir didunia  kamu akan bangga mempunyai ibu seperti bunda

Anak kesayangan bunda...
Bunda mencintaimu jauh sebelum bunda dewasa seperti sekarang ini
Bunda juga yakin ayahmu telah sejak lama menyayangimu
Genggamlah tangan bunda sayang...
Besok bunda akan menggandengmu menitih jalanan panjang menemui orang – orang yang kita sayang

Sekian sapaan dari bunda...


Dekap hangat penuh rindu
Bunda


Tidak ada komentar:

Posting Komentar