Senja
, empat januari nan bahagia
Teruntuk
raga yang selalu kudamba
Apakabar matahari
lembutku , anak kesayangan bunda yang masih terpisah dimensi dan waktu?
Hari ini usia bunda
baru saja genap 23 tahun nak...
Hari penuh pengharapan
dan do’a yang katanya istimewa
Sekarang bunda sedang
sibuk – sibuknya menata hidup sembari belajar akan banyak hal untuk menyambut
kedatanganmu kelak , sayang...
Nak , hingga kini bunda
belum menyelesaikan tanggung jawab bunda kepada kakek dan nenekmu
Kata nenekmu , bunda masih
terlalu muda untuk menimang tubuh mungilmu
Katanya bunda harus
belajar menjadi sosok anggun yang bisa menjadi peneduhmu nanti
Maafkan bunda ,
sayang...
Bunda belum mampu
menyentuhmu dengan dekapan hangat penuh kerinduan
Maafkan bunda yang
belum bisa membawamu dari ruang gelap yang membuatmu begitu tak nyaman
Bahkan calon ayahmu
saja bunda belum tau beliau siapa
Sayang...
Bunda ingin membagi
sedikit sesak didada bunda , maukah kamu mendengarnya?
Nak , sebenarnya dulu
bunda sudah menemukan seseorang yang bunda fikir tepat untuk menjadi pelindung
kita
Seseorang yang bunda
fikir akan menyanyangi kita sepanjang masa
Sayangnya akibat segala
kekurangan bunda , beliau lebih memilih pergi berjalan meninggalkan bunda dan
kamu , buah hati bunda
Bunda janji , bunda akan mencari ayah yang
akan menjadi guru terbaik untukmu
Ayah yang akan menjadi
pahlawanmu
Ayah yang akan
mencintai kita berdua
Bersabarlah sayang...
Tapi bunda mohon jika
esok bunda telah bersanding bersama seseorang yang akan kamu panggil ayah namun
beliau tak sesuai dengan harapanmu , jangan marah ya...
Mungkin beliau adalah
seseorang yang telah Tuhan gariskan menjadi bagian hidup kita
Berjanjilah pada bunda
bahwa kita akan melewatinya bersama dalam satu rasa
Dan bagaimana jika
waktu itu datang tiba – tiba , ketika bunda masih harus mondar – mandir sibuk
kuliah?
Padahal jelas – jelas
itu tak akan baik untukmu
Jangan ngambek ya
sayang , jika waktu bermanjamu harus bunda sita sementara
Untuk sementara
sayang...
Yakinlah kelak kamu
akan menjadi anak yang kuat dan pintar
Maafkan bunda jika esok
asupan gizimu kurang karna bunda tak nafsu makan dan selalu mual - mual
Tapi bunda janji akan
selalu menjagamu dan memastikan kalau kamu baik – baik saja
Duhai pelita hati
bunda...
Kamu tau nak , surat
ini bunda peruntukkan bagi kamu seorang
Surat yang bunda buat untuk
sebuah challenge merangkai kata
Surat yang bunda tulis
dengan rasa penuh cinta untuk kamu duhai jelita...
Sayangku...
Bunda mohon agar kamu
mau membantu bunda dengan sejuta do’a sesuai bahasamu disana
Agar bunda mampu
mewujudkan cita – cita kecil bunda sebagai perangkai kata
Supaya suatu hari nanti
jikalau kamu telah lahir didunia kamu
akan bangga mempunyai ibu seperti bunda
Anak kesayangan
bunda...
Bunda mencintaimu jauh
sebelum bunda dewasa seperti sekarang ini
Bunda juga yakin ayahmu
telah sejak lama menyayangimu
Genggamlah tangan bunda
sayang...
Besok bunda akan
menggandengmu menitih jalanan panjang menemui orang – orang yang kita sayang
Sekian sapaan dari
bunda...
Dekap
hangat penuh rindu
Bunda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar