Kamu adalah apa yang aku tulis , tapi aku adalah yang selalu luput kamu baca

Toad Jumping Up and Down

Jumat, 03 Januari 2014

Di dua puluh tiga tahun






Ketika matahari sedang merangkak keperaduan



Selamat pagi kalian yang selama ini sudah hadir dihidupku...

Semoga pagi membawa matahari yang mampu menghangatkan jiwa dan hatimu

Hari ini aku kebanjiran do’a

Do’a yang mengalir didinding facebook , dalam pesan singkat , diujung telefon hingga ditwitter

Memang mendo’akan tidak harus hari ini saja , tapi nampaknya hari ini berbeda

Hari ini katanya istimewa...

Barangkali pada lilin yang kunyalakan dapat kuterangi sepi

Sujud penuh syukur untuk Allah yang hingga detik ini masih memberikan desahan nafas untukku

Memberikan limpahan nikmat yang tak terkira jumlahnya

Terimakasih untuk dua kesayanganku , bapak dan ibu yang cintanya tak pernah putus

Terimakasih atas kasih sayang yang selalu kalian curahkan

Terimakasih untuk adik kecilku yang begitu usil

Terimakasih untuk sahabat – sahabatku yang selalu meramaikan suasana hatiku

Sahabat yang riuh gemuruh , sahabat yang berisik tapi selalu asyik

Terimakasih untuk sepupu – sepupuku yang baik

Terimakasih untuk kamu... sii mata sipit yang belum pernah aku rasakan sinar matanya

Orang pertama yang selalu hadir membawa seribu do'a didetik pertama pergantian usia

Katamu dulu aku tidak peka yaa...

Aku bukannya tidak peka , aku tau dan akupun tidak menutup mata dan telinga

Hanya saja terlalu rumit dan menjadi semakin rumit saat hati tak sejalan dengan kenyataan

Segalanya mungkin menjadi nyata , jadi sudahi sampai disini dan tak perlu lagi memberi harapan pada hati

Ada alasan yang tak bisa aku ungkapkan dan biarkan itu menjadi rahasia yang tak terungkap dengan kata
Biarkan aku mulai menyayangimu kembali

Tapi kali ini berbeda , aku menyayangi kamu tanpa meminta kamu kembali

Kalaupun aku memintamu kembali itu juga percuma jika nyata - nyatanya kita tidak lagi satu rasa

Kalau kamu bertanya lelah , aku sangat lelah

Sederhana saja , aku yang pergi dan kamu tetap disitu bersama orang yang kamu anggap tempat

Baik – baik disana sayang...

Aku hanya berharap Allah selalu memberikan hadiah berupa kesabaran , sehingga saat kesakitan datang aku bisa menghadapi dan kembali berdiri

Terimakasih juga untuk redaksi dan akun yang berkaitan dengan tulis menulis yang telah rela menampung tulisan jadulku disetiap lomba

Terimakasih untuk bapak pembimbing kursus menulis online yang setia memberikan motivasi dan pembelajaran untukku

Aku janji akan menjadi penulis yang hebat


Penulis yang mendatangkan banyak inspirasi untuk semua orang

Dibaris pengharapan terakhir semoga do’a – do’a yang kalian lantunkan berlaku untuk kita semua...




Salam hangat penuh cinta










Tidak ada komentar:

Posting Komentar