Ketika matahari sedang merangkak keperaduan
Selamat pagi kalian yang selama ini sudah hadir
dihidupku...
Semoga pagi membawa matahari yang mampu
menghangatkan jiwa dan hatimu
Hari ini aku kebanjiran do’a
Do’a yang mengalir didinding facebook , dalam pesan
singkat , diujung telefon hingga ditwitter
Memang mendo’akan tidak harus hari ini saja , tapi
nampaknya hari ini berbeda
Hari ini katanya istimewa...
Barangkali pada lilin yang kunyalakan dapat
kuterangi sepi
Sujud penuh syukur untuk Allah yang hingga detik ini
masih memberikan desahan nafas untukku
Memberikan limpahan nikmat yang tak terkira
jumlahnya
Terimakasih untuk dua kesayanganku , bapak dan ibu
yang cintanya tak pernah putus
Terimakasih atas kasih sayang yang selalu kalian
curahkan
Terimakasih untuk adik kecilku yang begitu usil
Terimakasih untuk sahabat – sahabatku yang selalu
meramaikan suasana hatiku
Sahabat yang riuh gemuruh , sahabat yang berisik
tapi selalu asyik
Terimakasih untuk sepupu – sepupuku yang baik
Terimakasih untuk kamu... sii mata sipit yang belum
pernah aku rasakan sinar matanya
Orang pertama yang selalu hadir membawa seribu do'a didetik pertama pergantian usia
Orang pertama yang selalu hadir membawa seribu do'a didetik pertama pergantian usia
Katamu dulu aku tidak peka yaa...
Aku bukannya tidak peka , aku tau dan akupun tidak
menutup mata dan telinga
Hanya saja terlalu rumit dan menjadi semakin rumit
saat hati tak sejalan dengan kenyataan
Segalanya mungkin menjadi nyata , jadi sudahi sampai
disini dan tak perlu lagi memberi harapan pada hati
Ada alasan yang tak bisa aku ungkapkan dan biarkan
itu menjadi rahasia yang tak terungkap dengan kata
Biarkan aku mulai menyayangimu kembali
Tapi kali ini berbeda , aku menyayangi kamu tanpa
meminta kamu kembali
Kalaupun aku memintamu kembali itu juga percuma jika nyata - nyatanya kita tidak lagi satu rasa
Kalaupun aku memintamu kembali itu juga percuma jika nyata - nyatanya kita tidak lagi satu rasa
Kalau kamu bertanya lelah , aku sangat lelah
Sederhana
saja , aku yang pergi dan kamu tetap disitu bersama orang yang kamu anggap
tempat
Baik – baik disana sayang...
Aku hanya berharap Allah selalu memberikan hadiah
berupa kesabaran , sehingga saat kesakitan datang aku bisa menghadapi dan
kembali berdiri
Terimakasih juga untuk redaksi dan akun yang
berkaitan dengan tulis menulis yang telah rela menampung tulisan jadulku
disetiap lomba
Terimakasih untuk bapak pembimbing kursus menulis
online yang setia memberikan motivasi dan pembelajaran untukku
Aku janji akan menjadi penulis yang hebat
Penulis yang mendatangkan banyak inspirasi untuk semua orang
Aku janji akan menjadi penulis yang hebat
Penulis yang mendatangkan banyak inspirasi untuk semua orang
Dibaris pengharapan terakhir semoga do’a – do’a yang
kalian lantunkan berlaku untuk kita semua...
Salam hangat penuh
cinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar